Bintang Tauladan !

Entrepreneur Lifestyle … mempersiapkan diri untuk menjadi Teladan.

Profit vs Pertumbuhan

Posted by akhmad Guntar pada Maret 26, 2007

Sebuah startup business pada umumnya memiliki fase naik turun, atau fase profitabilitas jongkok & berdiri. Saya sendiri sekarang sedang mengalami itu. Sedang mengalami gagal total sih bukan, melainkan frustated; merasa kesal krn tidak kunjung mendapatkan hasil yg diinginkan setelah sedemikian rupa berupaya. Cape de… 😕

Malah kemudian sempat terlintas di benak perkataan spt ini, “Harusnya aku ndak bisnis di bidang IT (& consulting) solution deh, terlalu susah, technical challengenya tinggi bgt, BEPnya juga lama”. Boro2 kesejahteraan meningkat, sekedar nutupin BEP Operasional aja udah bukan main susahnya. Teramat banyak kesalahan yg sudah saya (kami) lakukan, dan begitu banyak perihal yg saya (kami) belum kuasai. Pembelajaran dari kegagalan empat bisnis sebelumnya rupanya belum cukup mematangkan saya.
Bayi kecapekan - lelah
Byeh byeh…so tired & frustated

Post ini telah dimigrasikan ke AkhmadGuntar dot com
Silahkan klik link berikut untuk terus membaca :

Profit vs Pertumbuhan

9 Tanggapan to “Profit vs Pertumbuhan”

  1. Hedi said

    Salah satu yang kadang dilupain ketika start up business adalah biaya gaji. Ini salah satu elemen biaya terbesar perusahaan, jadi musti masak-masak dipikirin.

    Urusan frustrasi, mas, saya pernah baca “jangan terlalu banyak menerapkan ekspektasi (dan berbagai variabelnya)”. Maksudnya supaya ga kecapekan ngejarnya😀

  2. Nurul said

    Semua itu tergantung dr goal yg ingin dicapai, apakah dlm bentuk profit, self improvement atau yg lainnya. seorg pedagang akan sll berpikir bagimana mendptkan untung yg sebanyak2nya tnpa harus mempertimbangkan apakh bisnisnya servive dlm jangka waktu lama. Sebaliknya bg seorg pengusaha variable yg hrs diimput lebih banyak (bukan hanya instant profit)krn,menyangkut keberlangsungan usahanya dimasa yg akan datang.Bahwa dlm perjalanannya seorg pengusaha itu hrs jatuh bangun,itu adlh sesuatu yg hrs dialaminya (saya pikir hal itu terjadi bukan hanya untuk start up bisnis tapi jg pada semua sektor kehidupan termasuk untuk mengembangkan bisnis itu sendiri atau mungkin dalam keluarga),”No Pain No Gain”. Jadi tergantung seberapa besar gain yang ingin didapatkan. Makin tinggi gain yang ingin dicapai,maka pain yang dirasakan juga makin berat. However, karena pain itu memang sesuatu yang kita lalui,maka ” Enjoy your pain”, then you will not be painful anymore.
    Begini my dear……

  3. klikharry said

    salam kenal mas🙂

  4. rile said

    sing sabar Bos, masih satu tahun, masih butuh waktu untuk menjadi dewasa dan matang🙂

  5. gak mudah memang; trus maju, mungkin sukses datang ketika smuanya seperti gak tertahankan lagi. perkuat stamina untuk marathon. salam.

  6. sejak dulu begitulah bisnis .. tantangannya tiada akhir …
    I believe you are strong enough to cope with those challenges … right MadGun?

    kindly regards,
    cdkey

  7. Salam kenal mas Guntar. Mas saya starting up bisnis juga, mau konsultasi langsung by phone or darat boleh yah. Atau alamat email kalo boleh, tks.

  8. Guntar said

    Tentunya temen2 seperti mas Rizal Hidayat bisa berbagi pengalaman di sini via komen, atau menghubungi via japri di guntar@bintangtauladan.com

    Disclaimer: dg kesaktian saya yg masih segini, saya tu belum cukup ManTaB buat ngasih konsultasi. Tapi saya tetep bersedia jadi teman diskusi yg menyenangkan😛

  9. tetap semangat bung! emas yang baik perlu dipukul dan dibakar biar mengkilat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: