Bintang Tauladan !

Entrepreneur Lifestyle … mempersiapkan diri untuk menjadi Teladan.

Penghargaan Atas Uang

Posted by akhmad Guntar pada Januari 16, 2007

Bukan sekedar berhemat
Fiuh, udah lama banget deh ndak posting. Yang namanya cari uang emang bisa mbikin satu atau lain hal rada terabaikan. Tentu, bukan hanya saya yang punya masalah dengan keuangan. Dalam masa tertentu, Anda barangkali juga pernah berada dalam state yang sebegitu butuhnya ama uang.

Mind-state Ndak-bisa-berpikir-lain-selain-uang biasanya dialami oleh orang2 yang mengalami kekeringan finansial (or in my case, tabungan yang kurang). Mereka berpikir dan khawatir tentang uang hampir setiap saat. Kinda pathetic sometimes, mengingat hal ini berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan dlm aspek emosional, hubungan dg orang lain atau yang lain.

Post ini telah dimigrasikan ke AkhmadGuntar dot com
Silahkan klik link berikut untuk terus membaca :

Penghargaan Atas Uang

15 Tanggapan to “Penghargaan Atas Uang”

  1. rile said

    Amin, … masalahnya kadang menjadi suatu hal yang kabur pada saat kita menentukan sebuah motif/ alasan yang bersifat emosional dan memaksa.

  2. kakilangit said

    berarti kalo mas guntar sudah sempat posting nih artikel, berarti mas guntar sudah tidak dalam state “Ndak-bisa-berpikir-lain-selain-uang”. Dengan kata lain tabunganya sudah diatas tresshold. Dan ujung kesimpulanya, mas guntar sudah siap membiayai pernikahanya secara mandiri. Alhamdulillah…jangan lupa undanganya mas😀

  3. kamale said

    MasGun, tulisan menarik..
    Btw sampeyan kapan bagi2 undangan?🙂
    Khan awaraness’nya udah tinggi. Udah pantes jadi nahkoda rumahtangga..😉

  4. dika said

    seorang student yg gigih mencari nafkah demi meringankan beban orang tua, terdorong rasa tanggung jawab dan bakal mendelik2 ketika gajinya dipotong insurance dan kawan2.., hehe:mrgreen: (ini smileynya udah bener belom yak?)

    kadang2, sempet kepikir juga, knp org yg ngirit justru mesti susah payah sedangkan yg kurang ngirit baik2 saja? – mungkin karena org yg ngirit lebih bisa bertahan di saat2 susah dan (tanpa sadar) selalu memilih jalan2 yg lebih butuh kengiritan *halah.., menghibur diri sendiri ituh..:mrgreen:

    dan selamat taun baru!! (meski telat banget🙂

  5. Hedi said

    Kalo ngomongin soal uang, saya selalu ingat dollar AS yang di kertasnya ada tulisan “In God We Trust”. Tapi sayang, tulisan God kalah besar sama tulisan nominal angka, jadi orang lebih tunduk itu😀

  6. Putri Ameilia said

    “Seorang remaja yang hidup makmur/berkecukupan dg biaya dari orang tuanya dan bujangan makmur (sudah bekerja) tapi belum menikah biasanya mengalami masalah ini; awareness yang kurang thd uang. Uang mereka biasanya habis untuk urusan2 yang ngga penting dan tak banyak berikan value kemanfaatan. Di akhir bulan mereka biasanya sering bertanya2, “Pada ke mana aja uangku ya?”. Masih belum banyak yang sudah membedakan antara “kebutuhan” dan “keinginan”.”

    Wah … Nyindir nih ya … ^_^

  7. Mbah Dipo said

    ndang cepet nikah om..😀 Tanggalan gedhe2 tulisannya dan jelas gitu kok jadi gak jelas..😛 Pokoke : “Jika mereka itu fakir, maka Allah akan kayakan mereka dengan karunia-Nya…” (QS. An Nuur (24) : ayat 32).. So, tunggu apa lagi..🙂

  8. Anang said

    jangan buang-buang uang percuma…

  9. Kreshna said

    Katanya Robert Allen ada 7 essential money skills, dan ini bertingkat. Yang paling dasar memang value it, dilanjutkan dengan control it, save it, invest it, make it, shield it, dan yang terakhir share it. So, bakal ada 6 tulisan lanjutan nih dari mas Guntar sesudah tulisan ini. Can’t wait to read them.

  10. adit said

    hmmm…meningkatkan awareness thdp uang = menikah

    sip deh, saran yg bagus ^_^

    eniwei, konon kabarnya masyarakat kita ini adalah masyarakat konsumtif, saking konsumtifnya sampe skrng tetep saja banyak orang asing yg tergiur untuk investasi di sini, nah pertanyaannya betulkah kelebihan uang merupakan suatu penyebab kurangnya awareness seseorang thdp uang ?

    hmm bisa saja…., tetapi ada satu hal yg paling esensial yg kadang kita lupa mengapa kita tidak awareness thdp uang terutama dalam keadaan kelebihan/makmur, yg paling esensial itu adalah pendidikan, ku rasa dalam pendidikan kita, kita tidak diajarkan untuk bermental aware thdp money, kita tidak diajarkan untuk membentuk benteng pertahanan thdp IKLAN…di dalam keluarga,belum lagi di keluarga seringkali orangtua memanjakan anak2nya, sehingga anak menganggap bahwa mudah sekali mendapatkan uang, padahal sebaliknya di kehidupan nyata rezeki mesti dijemput dengan kerja keras

    uang = nafsu, nafsu akan berguna bila bisa ditundukan/dikontrol, jadi bisakah kita bisa mengontrol hal tsb ?

    fuuuuuuuuuuuuuuh, jadi pengen beli Nintendo WII euy (loh)

  11. galih said

    Hehe.. saya pernah mengalami hal itu. Di surabaya, saya sudah bisa mengatasinya, tapi ketika di jakarta, dimana banyak sekali tempat untuk menghabiskan uang, bulan pertama di sini sungguh awut-awutan. kemampuan memanage uang di surabaya tak ada artinya jika dipakai di jakarta.

    anyway, setuju buat artikel ini. sebesar apapun pemasukan, jika tak pandai mengaturnya, tetap saja terasa kurang. ketika pemasukan bertambah, keinginan lambat laun akan menjadi sebuah kebutuhan🙂

  12. Nurul said

    Kalo pendapat saya bukan awareness pada uang itu yg harus ditingkatkan tetapi lebih pada kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri utk tdk membelanjakan uangnya pada apa yg diinginkan tetapi pada apa yg diperlukan.I know it’s easy said than done tetapi it needs trying,perlu melakukan analisa kebutuhan.Sedangkan bagaimana seseorang itu memberikan value terhadap uang tidak bergantung berapa banyak uang yg dimiliki namun hal itu berbanding lurus dg bagaimana orang tsb memberikan value terhadap kehidupan,dg kata lain one’s way of life will determine whether somebody will be moneywise or not. Saya jg dak sepenuhnya setuju pd statement’kita butuh alasan yg bersikap emosional dan memaksa……….’,wah kalo itu yg dilakukan bisa2 stress melulu hidup ini,sepertinya akan lebih indah hidup ini kalo dlm melakukan sesuatu/pekerjaan dilakukan dg sincere.

  13. Guntar said

    Yth Bu Nurul
    klo bagi saya, aware itu tetep adl kemampuan mendasar. Sepakat dg mas Kreshna yg membahasakannya sbg Value it. Dan justru itulah bagaimana seseorang memberikan penghargaan dan pemaknaan pada kehidupan lantas berpengaruh pada tingkat awareness dan value yg dia berikan pada uang.
    Lalu tentang alasan yg bersikap emosional dan memaksa, itu sebenernya adl terjemahan dari bahasa inggris : Compelling. Yg dimaksud dg “memaksa” di sana sbenernya tidak lantas terasosiasi dg emosi negatif. My fault, saya aja yg kurang bagus menerjemahkannya🙂

  14. Postingan yang bagus…
    Memang, banyak sekali kasus gara-gara uang, hubungan saudara ataupun teman bisa jd rusak gara-gara uang. Uang penting, tapi kita tahu, dia bukan segalanya. Orientasi yang salah tentang uang mungkin menjadi alasan utama. Karena, yang justru terpenting adalah hubungan baik kita dengan saudara, tetangga, teman maupun kerabat, karena hub yg baik ini akan lebih mudah memperlancar segala bentuk rizki yang kita dapat (termasuk juga uang). Jadi dalam tataran spiritual, yang terpenting adalah cara kita mensikapinya. Berorientasi pada humannya (lebih menjadikan diri kita valuable bagi orang lain). Uang hanya sekedar efek dari semua itu.

  15. bank said

    uang…. lagi lagi uang…
    i love money ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: