Bintang Tauladan !

Entrepreneur Lifestyle … mempersiapkan diri untuk menjadi Teladan.

Archive for Mei, 2006

Mengambil kendali atas kebahagiaan diri

Posted by akhmad Guntar pada Mei 30, 2006

Percaya atau tidak, saya melihat masih banyak orang yang merancang dirinya untuk lebih gampang merasa susah ketimbang bahagia.

Hal ini terkait dengan aturan yang kita bikin sendiri tentang bilamanakah kita merasa bahagia. Misal gini, saya seneng ndengerin musik instrumen. Maka aturan kita adalah: saya akan bahagia klo ndengerin musik instrumen. Perihal yang sama berlaku untuk -misal- makan mie, tamasya ke gunung, pergi ke mall, nonton film kartun dsb.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Pengalaman | 1 Comment »

Hmm..kira2 apa ya maksudnya?

Posted by akhmad Guntar pada Mei 30, 2006

“The weakest man is still STRONG, yet even the strongest woman is WEAK”, begitu isi SMS dari seorang teman pagi ini. Karena SMS ini datang dari seorang wanita yang tercitrakan sebagai “perkasa”, maka saya jadi mikir dalem nih. Jangan2 setiap wanita “perkasa” di muka bumi ini memiliki perihal behind-the-scene yang saya ndak tau.

Entah, saya masih bertanya-tanya. Apa ya maksud statemen itu?

Posted in Pengalaman | 3 Comments »

Aset Reputasi

Posted by akhmad Guntar pada Mei 29, 2006

Entah di kehidupan sosial ataupun bisnis, coba kita sama-sama perhatikan reputasi kita dari bagaimana orang lain berpikir dan berkata tentang diri kita ketika kita tidak sedang bersamanya.

Aset dari tempat kita bekerja bisa macam-macam, bisa laptop, PDA phone, komputer server, mobil, gedung atau apalah. Tapi aset terpenting yang harus dimiliki adalah aset REPUTASI. Reputasi inilah yang akan membentuk bagaimana sebuah kepercayaan bisnis dibangun. Reputasi juga akan menjadi brand kita: tentang bagaimana kita dipandang, dicitrakan dan dipersepsikan oleh orang-orang yang dengannya atau untuknya kita bekerja. Dan tentu para relasi & pelanggan akan mempertimbangkan reputasi kita sebagai dasar untuk menjalin kerja sama.

Reputasi yang bagus tidak hanya akan meningkatkan nilai diri kita, namun juga nilai dari apa-apa yang kita hasilkan. Sehingga untuk melengkapinya, maka perlulah kita berkemampuan untuk secara konsisten menciptakan hasil tepat seperti yang diharapkan atas diri kita.

Posted in Hikmah | Leave a Comment »

Keengganan membayar harga

Posted by akhmad Guntar pada Mei 29, 2006

Di dunia yang sudah sedemikian kompetitif ini, sayangnya masih banyak orang yang enggan raih prestasi dan performa tinggi. Kebanyakan karena harga yang dibayar emang ndak murah. Tapi emang ada ta sukses yang bisa diraih dengan harga murah. Butuh beberapa tahun untuk bisa mencapai tingkatan ahli; computer programming, public speaking, olahraga, menyanyi, apapun lah. Tapi toh ternyata tidak banyak orang yang bersedia membayar harga itu. Lebih banyak orang yang harapkan hasil cepat.

Ketimbang melejitkan diri mereka ke atas, mereka malah sungkurkan orang lain. Alih2 ciptakan kemajuan, mereka malah sibuk melakukan blaming dan making excuse. Mereka merasionalkan dan lakukan pembenaran atas performa buruk mereka. Sembari melakukan itu, mereka juga mendakwa kesuksesan orang lain sebagai nasib baik dan keberuntungan, sedangkan mereka apes. Semoga kita tidak tergolong salah satu di antara mereka.

Menyalahkan dan mencari-cari alasan memang gampang. Tapi sulitnya pasti akan kita rasakan belakangan. Berdisiplin menempa kompetensi memang susah, tapi jauh lebih menyusahkan jadi pecundang berkepanjangan.

Posted in Pengalaman | 1 Comment »

Kualitas Pertanyaan Kaum Sukses

Posted by akhmad Guntar pada Mei 22, 2006

Orang sukses mengajukan pertanyaan yang lebih bagus ketimbang orang kebanyakan. Sebagai hasilnya, mereka mendapatkan jawaban lebih berkualitas. Mereka mendapatkan jawaban yang memperkuat mereka untuk mengetahui dengan jelas apa yang perlu dilakukan dalam situasi apapun untuk mencapai hasil yang mereka inginkan.

Pertanyaan yang berkualitas menciptakan kehidupan yang juga berkualitas.

Pernah liat orang punya komputer tapi nggak bisa menggunakannya? Jika ingin mengambil file2 berharga di komputer, kita harus mengetahui cara untuk mendapatkan data itu dengan perintah dan pertanyaan yang tepat.

Sama juga. Kalo pertanyaan kita payah, maka jawaban yang kita terima juga payah. Komputer mental kita selalu ada untuk melayani kita. Pertanyaan apapun yang diajukan, maka pasti akan ada sebuah jawaban yang diberikan. Meskipun itu harus dibuat-buat!!

Dan pembentuk kesuksesan kita bukanlah hanya pertanyaan yang kita ajukan, melainkan juga pertanyaan2 yang gagal kita tanyakan. Jadi kecermatan memang dibutuhkan.

Posted in Hikmah | 5 Comments »

Mengkomunikasikan Aturan Main

Posted by akhmad Guntar pada Mei 22, 2006

Kita selalu punya aturan-main yang mengontrol respon kita atas fenomena tertentu. Aturan main ini mengendalikan tidak hanya bgmn kita merasakan apa2 yang terjadi pada kehidupan kita, namun juga bagaimana kita menyikapi semua itu.

Jangan berharap orang lain akan mematuhi aturan-main Anda klo sejak awal Anda tidak mengkomunikasikan aturan itu. Dan jangan juga berharap orang lain untuk menghormati aturan main Anda bila Anda tidak bersedia untuk berkompromi dan mematuhi aturan main orang lain.

Jangan main asumsi bila udah bicara tentang aturan main. Komunikasikanlah!

Posted in Gagasan | Leave a Comment »

Prinsip Kungfu Peremuk Tulang :)

Posted by akhmad Guntar pada Mei 22, 2006

Chinmi01Memang tampaknya mustahil menyamai kekuatan (&stamina) Chinmi dari kuil Dairin :p, tapi segala prinsip kungfu peremuk tulang adalah valid & benar dalam konsep bela diri.

Post ini telah dimigrasikan ke AkhmadGuntar dot com
Silahkan klik link berikut untuk terus membaca :

Prinsip Kungfu Peremuk Tulang 🙂

Posted in Wawasan | 25 Comments »

Intuisi Seorang Wanita

Posted by akhmad Guntar pada Mei 20, 2006

Dari penelitian yg dilakukan oleh psikolog di Universitas Harvard, ditemukan bahwa wanita tu lebih perseptif ketimbang laki-laki. Perseptif tu artinya mampu untuk menangkap kontradiksi antara perkataan dan bahasa tubuh seseorang.

Wanita punya kemampuan alami untuk menangkap dan menerjemahkan sinyal-sinyal non verbal yg samar sekalipun. Dan inilah yg biasa kita namakan sebagai “intuisi wanita” 🙂

Posted in Wawasan | 4 Comments »

Jangan Melatih Otot Pikiran dg krupuk

Posted by akhmad Guntar pada Mei 20, 2006

Ada yang pergi ke gym ndak? Entah di plaza marina, atlas, celeb, atau -yang paling murah- Mayura. Di sana kan kita ngelatih otot. Pasti deh yang diangkat tu barbel alih2 krupuk. Tapi kenapa kok yang diangkat beban, coba? Pasti krn kita kepengen tangan kita alami some tension utk menantang otot2 kita kan. Tekanan emg mbikin otot kita tumbuh berkembang. Dia nggak akan tumbuh klo yang diangkat krupuk atau kapuk.

Otak kita, otot pikiran kita, itu juga sama, harus dilatih. Masa kita lebih pengen otot pikiran kita males, lemot dan gembrot. Masa otot pikiran kita disuruh mikir masalah seringan krupuk.

Dan inget waktu kita masih sekolah. Kecenderungannya kan kita (saya) berusaha utk lakukan tugas ato PR sesedikit mungkin, secepat mungkin, sehingga kita (saya) bisa bersenang2 lakukan aktivitas lain. Iya kan? Saya nuduh nih.

Padahal otot pikiran tu sama spt otot tubuh kita, perlu dilatih dengan tantangan gede. Klo nggak, jadinya lelet, tumpul dan gendut. Nulis gini, krn habis dari gym nih, biar ndak dibilang Mr.Chubby lg ama temen2 :(. Tapi ya gitu, I’d have to admit, kadang ke gym cmn buat relaksasi mandi air panas doang :p.

Posted in Pengalaman | Leave a Comment »

Egois – Asertif – Martir

Posted by akhmad Guntar pada Mei 19, 2006

Kita perlu tau beda antar ketiganya, biar bisa dg tegas membaca posisi kita dan orang lain utk kemudian menindaklanjutinya dg bijak.

Tentunya kita udah tau sama2 apa itu egois; perilaku pemenuhan kebutuhan & hak diri yg melanggar hak orang lain. Ada yg terdzolimi di sini.

Sementara itu, Asertif adl sikap egois -ngurusi urusan diri- yg TIDAK merugikan atau melanggar hak atau personal boundary orang lain. Jika saya pengen dengerin theme The Last Samurai keras2 pd jam kerja misal, itu boleh kan, itu hak saya. Tapi pake headphone dong, biar ndak ngganggu hak orang lain. Kecuali orang lain ndak keberatan. Letak asertivitas adl pd nyali & keberanian kita memenuhi hak & kebutuhan Pribadi kita. Tapi syarat utamanya, NDAK BOLEH ada yg terdzolimi.

Nah, klo martir, itu adalah sikap pasif dan sungkan yg keterlaluan. Kaki keinjek ndak mau protes krn sungkan, malu atau malah takut. Kebelet pipis waktu maen di rumah temen, tp ndak mau pinjem kamar kecil krn malu. Kacian deh.

So… Jangan keliru menamai kondisi ya…dan jangan keliru memilih sikap 🙂

Posted in Hikmah | Leave a Comment »