Bintang Tauladan !

Entrepreneur Lifestyle … mempersiapkan diri untuk menjadi Teladan.

Wanita dan Pria memang Beda (1)

Posted by akhmad Guntar pada Desember 19, 2006

Cover why men dont listen and why women cant read mapsDalam membangun relasi untuk berbisnis hingga di keseharian, kita pasti akan berinteraksi dengan beragam karakter dan keunikan. Pada akhirnya, kita akan temukan bahwa cara membangun interaksi dengan pria dan wanita tu berbeda. Secara mendasar, pria dan wanita memang tidaklah sama. Ini bukan perkara lebih baik atau lebih buruk – tapi berbeda. Isi posting berikut saya ambil sepenuhnya dari buku “Why men don’t listen and why women cant read maps”.

Studi tentang otak ternyata memberikan banyak bukti bahwa pria dan wanita ternyata tidak sama. Pria dan wanita memang harus memiliki kesetaraan dalam hal kesempatan untuk mencapai potensinya secara maksimal, tapi mereka berbeda dalam hal kemampuan yang muncul dari dalam. Equal dan identical adalah issue yang sama sekali berbeda.

Post ini telah dimigrasikan ke AkhmadGuntar dot com
Silahkan klik link berikut untuk terus membaca :

Wanita dan Pria memang Beda (1)

23 Tanggapan to “Wanita dan Pria memang Beda (1)”

  1. kakilangit said

    waaa…ahirnya ada yng menjelaskan semuanya…😀 sepertinya sih memang kayak gitu..

  2. d' said

    lo mas, knp contohnya nadia? bukan nidya aja?(halah g’penting…:p) ya… sebagian beasr emang benar siy.. dan emang d’tuh sering banget ngambek gara orang llaen g’ngerti maksud d’… n_n
    ternyata co ama ce sama2 complicated-nya :p

  3. Mbah Dipo said

    “wa laisa dzakaru kal untsa…” itu bunyi surat Ali Imron ayat 36, artinya “dan tidaklah laki-laki itu sama dengan perempuan…”. Kalo Al Qur’an yang bicara dicibir, kalo wong londo yang ngomyang lebih dipercaya… sedih..😦

  4. haikal said

    buat Mbah Dipo:
    menurut sy, bukannya kita mencibir.. tp kita terlalu telmi.. (bahkan)harus dibantu orang londo utk bs sampai ke apa yg dimaksud oleh ayat Qur’an..
    pada akhirnya memang yg hak adalah Al Qur’an ..
    klo ada yg mencibir.. itu lain lagi berarti..
    tp bener.. harusnya kajian2 dari tafsir mesti didahulukan drpd kajian2nya org londo..

  5. arul said

    tapi kadang walau sudah tau sifat wanita kayak gitu…. laki-laki masih menuntut lebih.. begitupun sebaliknya….

  6. Hedi said

    Ini posting yang bagus, bukan meributkan mana gender yang lebih baik, tapi menekankan di mana perbedaan masing-masing. Ditunggu yang kedua :green:

  7. buchin said

    wah bener banget tuh!
    Kayanya om guntarion bakat deh jadi analis kepekaan hati (halah istilah opo maneh iki?)
    serius mode:
    memang terasa perbedaan yang mas sebutkan tadi (pengalaman pribadi)

  8. Eep said

    akhirnya…, dikunjungi tiap hari kok ga ada yang baru…?
    sekarang dah ada deh..

    ya.., suka ga suka, setuju ga setuju, stereotype mah tetap ada..
    hehehehhe

  9. Eep said

    # Mbah Dipo Says:

    “wa laisa dzakaru kal untsa…” itu bunyi surat Ali Imron ayat 36, artinya “dan tidaklah laki-laki itu sama dengan perempuan…”. Kalo Al Qur’an yang bicara dicibir, kalo wong londo yang ngomyang lebih dipercaya… sedih..😦

    salah sendiri…, kenapa orang Islam tidak bisa menjelaskannya sebegitu menarik kayak wong londo…?

  10. arul said

    ITS’ INSPIRING WOMAN

    seminar yg diadakan dlm rangka memeriahkan hari Ibu yg jatuh pada tgl 22 desember 2006.

    Menghadirkan wanita-wanita lulusan ITS yg telah berhasil dalam karier-nya..
    (Listnya ada di bawah)

    yang akan berbagi Rahasia kesuksesan mereka..

    Fee : 20.000
    Fasilitas: Snack, drink,handback cantik, seminar kit, note,bolpoint,sertifikat..

    Full of DoorPrice!!!!
    dan lagi acara ini bener2 cewe bgt..

    Pembicara :
    Ibu Hermin Sarengat (Direktur General Electric Indonesia) *
    Ibu Ida Ferdinandus (Direktur beberapa perusahaan2 swasta/ Mantan Dirut Guna ELektro)
    Bu Choiriana (salah satu manager telkom DIVRE V Jawa Timur)*
    Ibu Asianti Oetojo ( Kepala BPDE-Badan Pengelola Data Elektronik Jawa Timur)
    Ibu Nuraini (Kepala bagian Air BErsih Dinas PU Jawa Timur)
    Ibu Henny (Dosen ITS, Istri dari mantan orang nomor satu di Angkatan Laut/KSAL Laksamana Bernand Ken Sondakh)*
    Ibu Prof. Dr. Ir. Nur Endah (Pembantu Rektor ITS)*
    Ibu Retno Hastijanti (Kajur Arsitektur Untag)
    Ibu Hesti (WBI ITS)
    Ibu Handayani (Profesor, dosen Informatika ITS)
    dan masih banyak lagi lainnya..

    kapan lagi mau ikutan seminar yg
    penerima tamunya cowo2..
    yang bagiin makanan juga cowo2..
    hehe..

    Pendaftaran di Sekretariat BEM ITS, Gedung L.102 Kantin ITS
    Atau Hubungi
    CP : Diana : 085648133422

  11. arul said

    edisi keduanya kapan keluar?

  12. […] Huufff…. akhirnya kembali nge-blog juga, setelah kemaren-kemaren pikiran agak berat keganggu sama “setan” DoTA dan Laporan+Aplikasi KP yang nggak selesai-selesai… Ok, back to topik. Sengaja aku mau nulis masalah topik diatas, gara-gara kepancing sama blog-nya mas Guntar yang ngebahas masalah perbedaaan antara wanita dan pria. Kita semua sama-sama tahu, kalo perbedaan yang paling mendasar dari cowok dan cewek itu ada dari alat kelamin mereka masing-masing. Namun, bukan masalah-masalah biologi seperti itu, ataupun psikologi umum (seperti yang mas Guntar bahas) yang mau aku bahas disini. Tapi, mengenai betapa enaknya cewek dibandingkan cowok jika dilihat dari sisi cinta. […]

  13. dianika said

    Cara yang bisa dilakukan wanita untuk menyingkirkan masalah atau mengidentifikasikan masalah di pikirannya adalah dengan membicarakannya, ngobrol tentangnya.

    Hmm.. garis bawah untuk yg ini deh ya. Bukan monopoli perempuan aja kok. Saya SELALU percaya share ttg problem yg dihadapi itu kecenderungan semua individu dan ini area bebas gender. Se-introvert2-nya seseorg, ia akan berbagi. Toh tidak ada pengertian khusus, berbagi itu mesti cerita scr kronologis. Tiap org punya cara tersendiri untuk berbagi. Kadang ada org yg berbagi dg cara cerita sepotong2. Tetapi jika dirunutkan akan membentuk satu kesatuan cerita.

    Btw, soal telepon, saya termasuk mengiyakan. Tetapi lebih pada masalah relasi… Hmm.. betapa kuat dan kukuhnya konstalasi bernama konstruksi budaya itu ya..

  14. bank al said

    ngomentari Mas Dianika :
    Nggak lah, tidak semua orang itu akan berbagi jika mengalami masalah. Ada yg memilih untuk diam dan tidak membaginya pada siapapun.

  15. wongndonya said

    Lha jelas-jelas secara fisik dan psikologis ada perbedaan kok njaluk jatahe podho. Bukannya saya anti kesetaraan jender, tetapi memang ada hal-hal yang secara kodrati yang menjadi keterbatasan seorang perempuan, juga keterbatasan seorang laki-laki untuk menjalani peran yang sama.
    Ada komentar dari seorang teman, kaum feminis barat itu kalau yang enak-enak minta jatah, tapi kalau yang berat-berat bilangnya, wah kita secara fisik nggak mampu, itu kan kerjaan laki-laki… CMIIW

  16. S Setiawan said

    Kok nggak lebih dari setengahnya yang berlaku buat saya ya, Mas?😀

  17. aribowo said

    tapi kenapa wanita ingin selalu disamakan dengan pria?

  18. Rini said

    Memang bener mas, Wong londho iku lebih pinter njelaske..dan sebagai mana eh sbg wanita..aku meyakini betul bahwa wanita dan pria berbeda 100% jadi mustinya semua fasilitas hidup yang signifikan terhadap perbedaan tsb musti beda juga.

  19. Luqman zaini said

    saya belum tau detailnya artikel ini, tapi koq kayaknya bagus. Boleh saya nyimpen&kasih tau temen? Semoga bisa lebih bermanfaat lagi. Sukses!! arruhul jadid fii jasadil ummah

  20. nuke said

    laki-laki dan perempuan masing masing mempunyai peran yang paling penting adanya relasi sesuai peran masing-masing dalam ruang kehidupan. masing-masing mempunyai kesempatan untuk mengembangkan diri .

  21. Guntar said

    Komennya Nuke dalem deh; bisa jadi satu posting sendiri klo dijabarkan😉

  22. eL ChikomE said

    ada beda kemampuan fisik (termasuk kemampuan melahirkan bagi perempuan), ada perbedaan psikis/ kontrol emosi, perbedaan logika, masing2 punya keunggulan,

    karena itu, seharusnya, hak & tanggungjawab berjalan berbarengan – sesuai porsi, so, nggak mungkin hanya persamaan hak, tanpa persamaan tanggungjawab.

    imo, yang paling mendasar, a/ memahami perbedaan, menerima perbedaan, memanfaatkan keunggulan & bekerja sama u/ kehidupan yang lebih baik, amiiinnn ..

    wassalaam

  23. Rahma said

    untuk membahas 2 jenis makhluk hidup ini bakalan g ada tamatnya. Namun teori2 yang ngupas tentang mslah ini terkadang hanya malah membatasi ato mungkin persepsi si penulis?(tu kelbihan orang barat menteorikan sesuatu)
    yang jelas ndak tau siap yang lebih unggul ato mana yang lemah dri ke2nya.
    ada yang ngomong wanita tuh kekuatanya cukup disimpan dalam hati beda dengan laki2 yang notebeneny udah kuat ato memang harus kuat???
    Pemimpin kebanyakan kaum laki2, nabipun laki2, manusia perdanapun juga laki2…WaiT…
    Tapi yang jelas semua pemimpin di seluruh muka bumi ini tetaplah terlahir dari Rahim sang Ibu yakni kaumnya Hawa.

    Jadi ndak ada yang lebih kuat ato lemah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: