Bintang Tauladan !

Entrepreneur Lifestyle … mempersiapkan diri untuk menjadi Teladan.

What it takes to be Great

Posted by akhmad Guntar pada November 13, 2006

Research now showsthat the lack of natural TALENT IS IRRELEVANT to great success. The secret? Painful and demanding practice and hard work.

Posting ini adl resume dr tulisan Geoffrey Colvin di majalah Fortune, edisi 30 Oktober 2006.

Apa sih yg menjadikan Tiger Woods luar biasa? Apa juga yg menjadikan Warren Buffet investor handal dunia? Kita pikir kita tahu; bahwa setiap mereka dilahirkan di dunia ini dg bakat spesial utk mengerjakan apa2 yg mereka sampai skr terus mereka kerjakan. Klo emg begitu konsepnya, brarti ini adl perihal yg bersifat satu-di-antara-seribu. You’ve got it — or you don’t.

Post ini telah dimigrasikan ke AkhmadGuntar dot com
Silahkan klik link berikut untuk terus membaca :

What it takes to be Great

9 Tanggapan to “What it takes to be Great”

  1. kakilangit said

    klo mbah maridjan, jadi dahsyat karena apa ya?

  2. dea said

    dulu, d’pernah baca di majaah(jaman2nya masih smp, masih cupu gtu..:p) bakat mang megang peran jg dalam keberhasilan. tapi ya tetep juga perlu yang namanya usaha (lho, koq blibet gni ya?) jadi d’kasi contoh aja d.. qta punya bakat dalam matematika tapi minat kita tuh d biologi. supaya bisa sukses d matematika, kita “cuma” butuh usaha. tapi klo mau sukses d biologi, kita butuh usaha 2x lipat lebih keras dari pada b/ sukses matematika.

    jadi, minat ma bakat g’slalu sejalan. g’perlu deh yang namanya minder sandainya “kalah”…. klo mo menyaingi, kita “tinggal” brusaha lebih keras..^^’

  3. Setiawan said

    It is painful. And sometimes, it worth the pain😉

  4. lha saya sudah 20an tahun berlatih jadi loser, oops.

  5. Kreshna said

    Kalo di dunia persilatan ada yang namanya bakat (terutama yang menyangkut “soft skill” alias tenaga dalam, he he). Bakat diibaratkan wadah. Beberapa orang dilahirkan dengan wadah, ada yang kecil ada yang besar. Sekarang tinggal masalah ngisinya aja. Orang yang lahir tidak dengan wadah, ya harus bikin wadahnya dulu. Hanya masalah waktu en kedisipilinan aja, sebelum dia bisa melewati orang yang lahir dengan wadah tapi gak pernah ngisi. Katanya ini sih menjelaskan kenapa beberapa orang bisa lebih cepat menguasai ilmu tertentu. Toh, sains juga membuktikan bahwa kita punya multiple intelligence dan tiap orang punya kekuatan di area berbeda (yang tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan, tapi ternyata gen juga). Apakah ini bukan bakat namanya?

    So, saya sendiri kurang setuju sama pernyataan “targeted natural gifts don’t exist”. Tapi kalo “talent is irrelevant to great success”, setuju banget. Strong will, hard work and persistence emang jauh lebih ngaruh… No pain no gain… Wallahualam…

  6. “Strong will, hard work and persistence emang jauh lebih ngaruh. No pain no gain.”

    Setuju, tapi easier said than done. Lebih mudah katakan ketimbang melakukan. Don’t you think? Jadi ingin nasehat Aa Gym,
    1001 Kunci Sukses, “kunci sukses adalah Bertindaklah! Bertindaklah! Dan Bertindaklah!

  7. Kreshna said

    Setuju banget! Makanya yang bisa jadi sukses cuma dikit… he he…

  8. rile said

    ayo suksess…. sukses itu relatif… :))

  9. fahmi said

    Salam.
    There’s NO “no pain no gain” for great people. only extasy and flow, brother kreshna. penelitian thd orang seperti tiger wood, Lance amstrong membuktikan kalo mereka bener-bener menyukai yang dilakukan, waktu terasa berhenti, kurangnya kesadaran akan sekeliling, dll.

    Kita juga bisa jadi seperti mereka… persistence and discipline..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: