Bintang Tauladan !

Entrepreneur Lifestyle … mempersiapkan diri untuk menjadi Teladan.

Oalah, Pantesan Mbaknya Down Kayak Gitu

Posted by akhmad Guntar pada Juli 14, 2006


Baru-baru ini di tempat kerja saya ada konflik menarik terkait dg relationship dan komunikasi dg rekan kerja dan atasan yg membuat saya banyak belajar. Posting kali ini adalah salah satu pembelajaran menarik yg darinya.

Kalo dulu saya pernah posting ttg Marketing in Venus, maka post kali ini adl tentang para Martians (kaum pria) dan Venusians (kaum wanita, what else:p). Bukan apa2; masalah di kantor yang saya alami baru2 ini tyt mbikin saya lebih yakin bahwa Martians & Venusians memang bekerja dg cara berbeda.

Post ini telah dimigrasikan ke AkhmadGuntar dot com
Silahkan klik link berikut untuk terus membaca :

Oalah, Pantesan Mbaknya Down Kayak Gitu

13 Tanggapan to “Oalah, Pantesan Mbaknya Down Kayak Gitu”

  1. Abu Yusuf said

    Martians kudu belajar untuk mendengarkan (Listening, instead of hearing), jangan keburu kasih nasehat, kecuali klo diminta.
    Sepakat 100%, dan itu berlaku umum, gak cuma dalam urusan pekerjaan aja, tapi di kehidupan sehari-hari bahkan dalam rumah tangga.
    They just need us to listen to them, that’s it. and the rest will go on.
    Itulah mengapa tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut.
    Supaya kita lebih banyak mendengar.

  2. Guntar said

    Padahal klo saya (dan juga Martians?) curhat ke orang lain, termasuk ke Venusians, yg saya harapkan adl feedback atau usulan solusi, bukan cuman sekedar didengarkan :mrgreen: Dan saya termasuk orang yg pelit tuk curhat. I’d like to keep it for myself.

  3. SS said

    Gimana dengan penghuni planet Bumi, alias Martians yang punya sifat Venusians, dan Venusians yang berpikir seperti seorang Martians? 😀

  4. Speechless. Kayaknya semua informasi bener tuh. I do sometimes facing stress n tentunya lebih senang curhat ke colleague yg lain.
    Dearest SS, I just got a little bit confuse. Is it a fact that Martians who act like Venusians really exist? Yah, cuma nggak bisa ngebayangin kalo Martians punya sifat Venusians juga. Syukur aja dikantorku nggak ada Martians yang segitu.. Huahuahuhaua..

  5. dianika said

    Tetapi memang kadang atau sering ya cewek bersikap seperti itu. Sekadar menyampaikan satu hal yang bahkan sesungguhnya kelewat sepele.

    Smg orang yang menjadi seringkali membuat Anda kebingungan untuk memberi respons itu bisa menjadi dirinya sendiri. Tetapi saya kira, memang akan lebih baik jika saling mendengarkan.

    Congratulation, it’s a nice blog!

  6. Guntar said

    Bagi martians yg punya sifat2 venusian, pasti itu krn dia “didewasakan” dg lingkungan pr venusian. Shg dia sampe menganggap aktivitas berbagi & pengekspresian emosi sbg sebuah kewajiban :mrgreen:

    Anyhow, saya mengenal model organisasi yg disebut sbg “feminine organization”; anggotanya cowok atau cewek, menggunakan model kolaborasi yg melibatkan emosi, explicit mutual support dan emotional feedback satu sama lain. Model organisasi ini meyakini bhw aktivitas wajib kaum Venusian bagus untuk diterapkan dlm mengkonstruksi struktur & kinerja organisasi.

    Dan saya sendiri menganggap venusian memang amat bagus dalam membangun atmosfer kerja yg ndak garing 🙂

  7. aribowo said

    halo salam kenal..
    ini kunjungan pertama, jadi harap maklum yach kalo lum bisa kasih komen

  8. nova said

    Secara umum saya tidak begitu sepakat dengan generalisasi bahwa laki-laki memiliki sifat mars sementara perempuan lebih venus. Ketika saya membaca buku serupa tulisan John Gray, sebagai makhluk yang dapet cap venus, saya merasa sangat dianggap lemah. Venus butuh diperhatikan lah.. butuh dikasihi lah.. butuh dibantu… Halah.. Sangan terkesan bahwa venus terlalu ‘fragile’.

    Sebaliknya, laki-laki yang dicap mars sangat terkesan arogan, mau menang sendiri dan gak butuh bantuan. Padahall..ada juga, dan sering saya temukan di kantor, martian yang selalu mengeluh dengan pekerjaan-pekerjaannya, minta didengerin pula!

    By the way, saya cenderung dicap sebagai martian oleh teman-teman saya para pembaca setia John Gray. Jadi, saya gak normal??

  9. Ollie said

    hihi bisa dikembangin dan dibikin jadi buku nih 😛

  10. Guntar said

    #6 Saya sdr melihat fenomena Mars & Venus sbg bentuk kecenderungan dasar. Adl kurang bijak utk mengkotak2kan diri kita pada salah satunya.Krn bila hal itu dilakukan, yg tjd adl ekstrimitas;apa yg awalnya jadi kekuatan malah jadi kelemahan.

    Venusian mentok akan jadi yg mbak Nova sebut sbg fragile.Sementara Martian mentok, saya pikir akan jadi Hero-Syndrome; the saviour. Mengangungkan kemandirian, menganggap berbagi sbg sebuah kelemahan dsb.

    Apakah ktk saya menauladankan diri sbg pribadi yg mempromosikan kolaborasi yg pentingkan the-human-side-of-business, lantas saya disebut Venusians?

    Ya terserah sih :mrgreen: .Tp klo saya lebih memilih utk mensituasikan diri dlm bentuk yg kita memang akan bisa produktif di sana.

  11. suroi said

    kalo di kantorku pembagian karakter kyk gitu ga begitu nyata
    tergantung beban kerja 😀

    sering malah aku berhadapan dengan rekan kerja cowok yang bersikap kayak cewek klo ngadepin masalah
    hehehehe

    anyway…
    sekedar mampir…masih di sby ya ?

  12. […] Oalah, Pantesan Mbaknya Down Kayak Gitu […]

  13. ani said

    gitu deh ribetnya nyatuin dua kepala yg beda…tapi yg jelas hidup jd lbh berwarna dg mengenal byk karakter di dunia krj,yg jls harus selalu ada toleransi ya.Ribetnya klo tryt pribadinya mood2an tambah gawat tuch!!!But so far so good kok slm ini dgn rekan2 krj.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: