Bintang Tauladan !

Entrepreneur Lifestyle … mempersiapkan diri untuk menjadi Teladan.

Jadikan Unsur JASA sbg Faktor Pembeda

Posted by akhmad Guntar pada Juli 10, 2006


Meskipun istilah “produksi” scr historis lebih mengarah pd aktivitas pembuatan barang (goods), tapi sekarang kita juga mengenalnya sbg penciptaan jasa. Banyak hal dari apa2 yang kita inginkan, mulai dari kesehatan sampe fast food, semuanya diproduksi melalui aktifitas jasa.

Jadi inget waktu pulang ke Prolink, supermarket sih banyak (eh..ndak jg ding :mrgreen:), tapi saya selalu menikmati berbelanja di Indomaret. Bukan apa2, tapi mbak kasirnya tu lho, ruamah banget. Dianya sih ndak cakep, item, kecil lagi. Tapi keramahannya ketika menyapa tamu, ngobrol ma tamu mbikin orang2 di sekitarnya, yang ndak sdg diajak ngobrol dengan dia jadi ikutan ngerasa seneng. Aspek yang tyt jadi pembeda ini ternyata adl issue jasa, bukan goods.

Makanya itu, bisnis apapun yang kita lakukan, sebaiknya kita juga perhatikan dg baik aspek2 kualitas daru bisnis jasa.

Sepengetahuan saya, paling nggak ada tiga hal deh yang perlu kita perhatikan;

Post ini telah dimigrasikan ke AkhmadGuntar dot com
Silahkan klik link berikut untuk terus membaca :

Jadikan Unsur JASA sbg Faktor Pembeda

9 Tanggapan to “Jadikan Unsur JASA sbg Faktor Pembeda”

  1. wardhani said

    Ya begitu deh
    Setiap orang yang jadi ujung tombak sebuah perusahaan atau institusi manapun harus bisa ramah.
    Seneng jadinya setiap orang yang diajak ngomong. Thats why we must always keep on smile.

    Whatever, untuk kesekian kalinya, saya sepakat…

  2. Guntar said

    #2 Klo ga salah ingat, mbak Wardhani ni di kantor yg jadi PR nya ya. Sekalian ngajari etika menjalin jaringan hingga cara2 terima telepon ^_^

  3. Andry said

    Jangan lupa, model bisnis raksasa opensource seperti Red Hat dan Novell pun pake bisnis jasa😉

    Btw, OOT dikid, tanpa ngeliat foto blangkonmu saya tahu kalo ini pasti Guntar. Hihi.. Gimana kabare cak?

  4. Putri said

    jadi inget apal-apalan dimensi jasa ala parasuraman pas kuliah manajemen jasa dulu… reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangible klo ga salah…

    salam kenal.

  5. Guntar said

    #3 Allow, pujangga koding yg penuh romansa😉
    Alhamdulillah, aku skr masih joko & (hopefully) kian bejo:mrgreen:

    #4 Salam kenal juga, Mbak. Dari jurusan Manajemen atau T.Industri ya🙂. Saya sendiri taunya krn diajari ama temen saya -si charming- yg juga belajar ttg manajemen jasa. Tap baru paham wkt udah ketemu ma konteks fenomena💡

  6. haikal00 said

    “Juga, jangan jual apa2 yang bisa dibikin (mbikin dulu, nyari pasar belakangan), tapi bikin apa2 yang bisa dijual (cari tau dulu kebutuhan pasar, baru mbikin)”

    Klo di tempat saya, kelihatannya prinsipnya beda mas..
    rule-nya: no customer, no development..
    perusahaan induk ga ngizinin development di indonesia klo customernya belum ada.

    jadi tim sales nya harus bisa jualan konsep (ya.. konsep doang, barangnya belum ada) berbekal konsultan dan branding dari perusahaan induk yg udah punya nama duluan…

    perusahaannya sih umurnya baru setaon.
    ga tau apa memang umumnya software house begitu ya? padahal ini orientasi produk loh, bukan proyek spesifik ke satu klien.

  7. Guntar said

    #6 Tentang jualan konsep, temen2ku skr juga gitu, itu untuk solusi yg kita pastikan emg jd kebutuhan-wajib instansi. Padahal customernya blum tentu nyadar ttg itu. Si customer belum tentu ngerasa butuh, shg tugas kita utk ngasih edukasi.

  8. haikal00 said

    “Responsifitas” .. yg bener itu responsivitas mas..
    sama kaya aktivitas, bukan aktifitas
    di tulis huruf v klo tidak di ujung kata alias di tengah2 kata.. asalnya kan active
    ditulis huruf f klo di ujung kata: aktif

    cmiiw

  9. Guntar said

    #8 Makasih banget, Haikal. Beneran aku ndak tau ttg kaidah itu :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: