Bintang Tauladan !

Entrepreneur Lifestyle … mempersiapkan diri untuk menjadi Teladan.

Pelegalan Aborsi untuk Menekan Kriminalitas !

Posted by akhmad Guntar pada Juli 7, 2006

FreakonomicsIssue menarik dari freakonomics saya temukan dari bab 4, di mana dia membahas keterkaitan antara pelegalan aborsi & penurunan tingkat kriminalitas.

Jadi awalnya, Amerika tu penuh dengan peristiwa kriminal; pencurian, penjambretan, pembunuhan, perkosaan, sebut aja deh. Namun kemudian di awal 1990, angka itu menunjukkan penurunan tajam yang mencengangkan bahkan semua orang. Para ahli membuat analisa & studi selama bertahun-tahun tentangnya, dan mengajukan hasil analisa berikut sbg faktor2 yang mampu menekan angka kejahatan tsb;

Post ini telah dimigrasikan ke AkhmadGuntar dot com
Silahkan klik link berikut untuk terus membaca :

Pelegalan Aborsi untuk Menekan Kriminalitas !

13 Tanggapan to “Pelegalan Aborsi untuk Menekan Kriminalitas !”

  1. Mau mengomentari yang ini:

    “Salah satu studi menunjukkan bahwa anak yang tidak diaborsi akan berpeluang sebesar 50 persen untuk hidup dalam kemiskinan; dan berpeluang 60 persen untuk dibesarkan oleh orang tua tunggal. Kemiskinan dan fenomena single-parent; inilah yang menjadi alasan terkuat bahwa seorang anak akan memiliki kehidupan kriminal di masa depan, kata Levitt.”

    Saya pernah baca di Time (moga2 gak keliru angkanya), kalau anak Amerika yang dilahirkan dari keluarga miskin punya 1% kemungkinan untuk menjadi kaya saat dewasa, sedangkan anak Amerika yang dilahirkan dari keluarga kaya punya 21% kemungkinan tetap kaya saat dewasa.

    😦

  2. Donald said

    Kalau saya gak salah nangkep sih, Levitt tidak mengatakan kalau faktor-faktor yang lain itu tidak ada pengaruhnya sama sekali. Melainkan dari delapan faktor yang sering dikutip orang hanya tiga yang bisa dibuktikan benar-benar berpengaruh ke turunnya kriminalitas, dan bahwa satu faktor lainnya – yaitu aborsi – sama sekali tidak pernah dikutip di media.

    Btw, menurut saya ini bukan berarti pemerintah-pemerintah perlu melegalkan aborsi untuk menurunkan kriminalitas. Lucu dong, jadi kayak Robin Hood, melakukan hal yang salah (merampok orang kaya) untuk tujuan yang baik (membantu orang miskin).

  3. Wahyu said

    Nice book, kayaknya perlu baca neh 🙂

  4. Guntar said

    #2 Iya, bener. Seperti yg saya tuliskan, Levitt memang tidak pernah mengatakan kalau faktor-faktor yang lain itu tidak ada pengaruhnya sama sekali 🙂

    Dan sangat sepakat, bukan berarti pemerintah perlu melegalkan aborsi. Melainkan kudu tetap melarang hubungan ‘itu’ sebelum nikah.

  5. wardhani said

    Saya sekali lagi sepakat dengan tulisan ini.
    Cuma ada yang aneh tuh..

    Mengutip kalimat, “Dan sangat sepakat, bukan berarti pemerintah perlu melegalkan aborsi. Melainkan kudu tetap melarang hubungan ‘itu’ sebelum nikah.”

    seharusnya nih.. yang ada di antara tanda petik itu : ‘hubungan itu’

    Makasih dan semoga kesuksesan selalu bersama langkah Anda!

  6. Guntar said

    #5 Nggih mbak, saya tunduk :mrgreen:

  7. Mbah Dipo said

    dari kebobrokan cenderung akan melahirkan kebobrokan yang berikutnya. Apakah mau menunggu lahirnya kebaikan dari kebobrokan? nonton aja acara ‘mimpi kali yee’…. 🙂 ‘lam kenal..

  8. Jukri said

    butterfly effect-na sepakat..
    tapi dapet konklusinya?? kayaknya terjangkit sindrom post hoc deh

  9. Jukri said

    btw salam kenaall ;p

  10. Guntar said

    #8 Post hoc ergo propter hoc ya; Fenomena kebetulan ^_^
    Salam kenal juga. Its a smart blog you have there 🙂

  11. SS said

    Darn, udah beli, tapi baru sempet baca kemaren. Wekekeke.. Lucu banget Levitt ini 😀

  12. faisal said

    dari sekilas apa yang saya baca sepertinya langkah yang diambil pihak Amerika dalam menyelesaikan masalah sudah baik,perlu kt sanjung langkah-langkah preventif mereka dan yang kita petik dari peristiwa itu adalah bagaimana bangsa indonesia merespon dengan bijak dan mengambil segi positifnya….bukan begitu.gema pembebasan UNTIRTA SERANG BANTEN

  13. selvi said

    Buat saya, sekarang ga perlu lagi aborsi dilarang! sebagai perempuan kita berhak ngatur diri kita sendiri. Ok lah nilai agama apapun melarang aborsi ini, tapi coba deh..man..liat faktanya sekarang..berapa banyak perempuan yang diperkosa lalu hamil?Ngebayangin pelakunya aja udah muak, apalagi dengan adanya janin yang harus dikandung selama 9 bulan?!! Emang, anak ga salah, bayi itu tidak berdosa, tapi sebagai orang tua kita justru harus prihatin, kalo tuh anak nantinya sengsara krn ga ada bapaknya..apalagi dalam kasus incest, apa si korban ga terluka? Logis deh! Kita harus tetap berpijak pada tanah, artinya larangan aborsi udah ga relevan lagi untuk jaman sekarang ini..Mau nambah lagi anak-anak terlantar di indonesia karena ditinggal ibunya/ortu yang belum siap buat merawatnya? Kenapa angka kematian ibu akibat aborsi semakin meningkat?Itu karena aborsi di-illegalkan! Karena takut, si calon ibu lari kedukun yang minim pengetahuan medisnya, walhasil pendarahan. Mo lari kedokter buat aborsi? Bakal ditolak ato kalo dokternya mau pun pasti jutaan..!kita harus berpikir realistis, saatnya kita memikirkan kesehatan reproduksi kita sebagai perempuan dan aborsi bukan lagi harga mati untuk tidak ditaati. Saya bukannya ngajarin untuk melawan hukum, tidak, itu kembali pada penilaian kalian semua.
    Hidup kaum perempuan yang bisa menentukan sendiri pilihannya!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: