Bintang Tauladan !

Entrepreneur Lifestyle … mempersiapkan diri untuk menjadi Teladan.

Tingkatkan Kecepatan Penilaian

Posted by akhmad Guntar pada Juni 16, 2006

Blink
Dalam Blink, Malcolm Gladwell menyebutkan bahwa jika kita ingin belajar meningkatkan mutu keputusan2 yang kita buat, kita perlu menerima sifat misterius kesimpulan sekejap kita. Kita perlu menghormati kenyataan bahwa kita bisa mengetahui sesuatu tanpa tahu mengapa kita tahu dan menerima -kadang2- bahwa kita lebih baik membiarkannya.

Hal ini membutuhkan kemampuan untuk dengan cepat sekali masuk ke bawah permukaan sebuah situasi. Salah satu cara ‘mudah’ adl dengan membaca wajah, sbg sumber informasi yang kaya sekali ttg emosi. Informasi pada wajah tidak sekedar isyarat ttg apa yang terjadi dalam pikiran kita. Dalam pengertian tertentu, itu juga mengatur yang akan terjadi dalam pikiran kita.


Kita barangkali sudah terbiasa dengan pandangan: mula2 kita mengalami emosi dahulu, baru kemudian kita ungkapkan emosi itu melalui wajah. Kita memandang wajah sbg jendela emosi. Tyt, penelitian menunjukkan bahwa proses itu juga bisa bekerja berlawanan: bahwa emosi juga bisa dimulai dari wajah.

Bagaimanapun, wajah pada hakikatnya punya kemauan sendiri. Kita dapat saja menggunakan otot sadar utk mencoba menekan reaksi2 bawah sadar. Tapi seringkali emosi yang ditekan -semisal rasa tidak senang yang disangkal- masih akan bocor.

Dicontohkan, ketika seseorang mengatakan “Aku suka kamu”, kita langsung menatap krn dengan memandang wajahnya, kita bisa tahu -atau setidaknya kita bisa tahu lebih banyak- ttg apakah pernyataan itu tulus. Apakah di sana terlihat kelembutan & keceriaan? Atau kecemasan & kesusahan yang sekilas terlihat?

Kita melakukannya setiap hari, dengan tanpa berpikir. Tapi spt yang pernah saya tuliskan, pada umumnya para wanita lebih ahli dalam melakukan hal ini.

7 Tanggapan to “Tingkatkan Kecepatan Penilaian”

  1. Donald said

    Yang menarik di Blink rupanya “keputusan sekejap” ini terutama cocok kalau kita ahli di bidang itu. Kalau kita tidak ahli malah bisa jadi keputusan sekejap-nya menyesatkan. Jadi makin termotivasi nih untuk jadi ahli di bidang kita🙂.

  2. nova said

    Heii.. saya juga SUKA BANGET sama buku ini!!! Bener-bener bikin saya yang punya latar belakang di dunia sains geleng-geleng.. Ternyata gak setiap keputusan harus diambil berdasarkan rujukan ini dan itu. Oya, kalo suka Malcolm Gladwell, coba baca The Tipping Point deh. Seru juga! Salam kenal🙂

  3. Lita said

    Wahaha… iya, intuisi perempuan itu konon lebih tajam. Kami memang cenderung lebih mendengarkan kata hati daripada laki-laki yang lebih memperhatikan fakta di depan mata.

    Aku punya bukunya, walau terjemahan. Dan aku suka banget.

  4. Guntar said

    Dasar Guntar, nanggepinnya lambat banget nih.

    #1. Perihal menariknya memang, keputusan sekejap bisa muncul ktk intuisi udah terlatih. intuisi terlatih hny dg intensitas tinggi dlm berkutat di bidang tertentu. artinya intuisi dan keputusan sekejap yg menyertainya butuh waktu utk akhirnya bisa muncul & didayagunakan.

    #2. Buku Tipping Point, saya baru baca resumenya dari temen. BInun, kudu baca sendiri kayaknya :p. Tapi temen yg baca tu capek; sama spt Blink, Tipping point kan berisi banyak banget cerita, dan hikmah dari tiap cerita terselip di antara cerita2 itu.

    #3. Saya pikir akhirnya tgt, intuisi di bidang mana nih yg kita bicarakan. klo intuisi di bidang teknologi, saya pikir mas Andry yg lebih jagoan ketimbang -maaf- cewek manapun😆

    tapi memang, semakin saya mengetahui wanita (dari buku [weks]), makin saya geleng2 karenanya. Sang Pencipta bener2 Luar Biasa dlm menciptakan kombinasi manusia hingga sedemikian rupa.

  5. […] Negative Mind Reading Kadang kita sok teu ama apa2 yang dipikirkan orang lain atas diri kita. Pokoknya mikir macem2 deh, “Dia marah paling ama aku”, “Dia nggak suka paling ma aku”, “Duh, pasti dia nggak suka ma proposalku” atau apalah yang lain. Iya klo kita dah punya kemampuan blink yang handal (yang mana itu butuh latihan & pengalaman). Tapi gawatnya klo kebanyakan itu sekedar asumsi, dan kenegatifan asumsi itu bisa mempengaruhi perilaku dan performa tindakan kita. Sama seperti untuk kebiasaan negatif di bawah ini, yang kita dapatkan biasanya adalah self fullfiling prophecy […]

  6. […] Negative Mind ReadingKadang kita sok teu ama apa2 yang dipikirkan orang lain atas diri kita. Pokoknya mikir macem2 deh, “Dia marah paling ama aku”, “Dia nggak suka paling ma aku”, “Duh, pasti dia nggak suka ma proposalku” atau apalah yang lain. Iya klo kita dah punya kemampuan blink yang handal (yang mana itu butuh latihan & pengalaman). Tapi gawatnya klo kebanyakan itu sekedar asumsi, dan kenegatifan asumsi itu bisa mempengaruhi perilaku dan performa tindakan kita. Sama seperti untuk kebiasaan negatif di bawah ini, yang kita dapatkan biasanya adalah self fullfiling prophecy […]

  7. Wah idenya cukup bagus juga. Tapi saya ada sedikit pemikiran. Seorang manusia menilai diri dan lingkungannya baik secara bawah sadar maupun tidak sadar sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan pengalaman hidup. Otomatis masing2 orang memiliki pengalaman jidup yg berbeda2 sehingga banyak perbedaan pula sikap orang dalam menanggapi/membaca sesuatu. So dgn konsep diatas, apa ga takut kita menjadi salah menilai seseorang??? Lalu gmn sebaiknya kita membaca seseorang?? apa ga lebih baik dikembalikan dalam kaidah islam dan teladan Rasul ??!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: