Bintang Tauladan !

Entrepreneur Lifestyle … mempersiapkan diri untuk menjadi Teladan.

Keengganan membayar harga

Posted by akhmad Guntar pada Mei 29, 2006

Di dunia yang sudah sedemikian kompetitif ini, sayangnya masih banyak orang yang enggan raih prestasi dan performa tinggi. Kebanyakan karena harga yang dibayar emang ndak murah. Tapi emang ada ta sukses yang bisa diraih dengan harga murah. Butuh beberapa tahun untuk bisa mencapai tingkatan ahli; computer programming, public speaking, olahraga, menyanyi, apapun lah. Tapi toh ternyata tidak banyak orang yang bersedia membayar harga itu. Lebih banyak orang yang harapkan hasil cepat.

Ketimbang melejitkan diri mereka ke atas, mereka malah sungkurkan orang lain. Alih2 ciptakan kemajuan, mereka malah sibuk melakukan blaming dan making excuse. Mereka merasionalkan dan lakukan pembenaran atas performa buruk mereka. Sembari melakukan itu, mereka juga mendakwa kesuksesan orang lain sebagai nasib baik dan keberuntungan, sedangkan mereka apes. Semoga kita tidak tergolong salah satu di antara mereka.

Menyalahkan dan mencari-cari alasan memang gampang. Tapi sulitnya pasti akan kita rasakan belakangan. Berdisiplin menempa kompetensi memang susah, tapi jauh lebih menyusahkan jadi pecundang berkepanjangan.

Satu Tanggapan to “Keengganan membayar harga”

  1. haikal00 said

    Assalamu’alaikum..

    Soal membayar harga, jadi teringat satu episode dakwah Rasulullah ketika masih di Mekkah. Saat itu Rasulullah dan para sahabat mulai mendakwahkan al Islam ke penduduk Mekkah secara lisan dan terang-terangan, setelah sebelumnya selama 3 tahun al-Islam didakwahkan secara sembunyi2.

    Jika melihat penyiksaan oleh kaum kafir Mekkah yg dialami para sahabat saat itu. Yg penyiksaan tsb sampai pada tingkat mengancam keselamatan jiwa, adalah wajar, jika para sahabat saat itu bertanya “Ya Rasulullah, mengapa tidak engkau mohonkan kepada Allah agar diturunkan bagi kita pertolongan-Nya.”

    Sangat masuk akal, bukankah Rasulullah dan shabat berada di pihak yg benar?

    Jawaban Rasulullah saat itu lebih kurang “Bersabarlah sedikit, karena kaum mukmin pada zaman terdahulu mendapat cobaan yg lebih berat”.

    bahwa harga kemenangan dakwah Islam tidaklah murah, Rasulullah tidak meng-iya-kan permintaan sahabat, karena perjuangan dakwah memang harus dibayar mahal.

    dan Islamnya kita saat ini, adalah bagian dari hasil kemenangan dakwah Rasul.

    ternyata islamnya kita ini mahal juga ya..

    Wassalamu’alaikum..

    haikal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: